Hadiri Seminar Juleha Indonesia, Ketua DPRD Kota Bekasi Sampaikan Info Detail Tatacara Penyembelihan

Pemotongan
Ketua DPRD Kota Bekasi, H. M. Saifuddaulah saat mengisi materi Juleha Indonesia

FRAKSIPKSKOTABEKASI.ID – Ketua DPRD Kota Bekasi, H. M. Saifuddaulah, menghadiri agenda Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Juru Sembelih Halal Indonesia (Juleha) terkait dengan seminar “Manajemen Qurban pada Masa Pandemic”.

Hadir dalam agenda tersebut ketua DPD Juleha Kota Bekasi yang juga merupakan pembicara dalam agenda tersebut, Aminuddin.

Agenda yang diselenggarakan pada Ahad (19/06/22), sejak pukul 08.00 sampai 11.00 WIB, di Masjid Al-Qolam Islamic Centre Iqro.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua DPRD Kota Bekasi, H. M. Saifuddaulah mengisi materi terkait dengan “Urgensi Juru Sembelih Halal”.

Dalam materinya H. M. Saifuddaulah menyampaikan bahwa urgensi sembelih halal itu dimulai dari higienis dan aman secara kesehatan, namun itu tidak cukup bagi hewan yang akan ditawarkan ke konsumen dan akan dikonsumsi oleh masyarakat muslim, tapi ke halalan merupakan suatu hal yang mendasar.

“Hal tersebut karena proses penyembelihannya akan sangat menentukan ke-Halalan suatu daging hewan yang akan dikonsumsi oleh masyarakat muslim,” ujarnya.

Tak hanya halal pihaknya juga menyampaikan, bahwa apa yang dikonsumsi seorang muslim juga harus baik.

“Baik (Thoyyib) tersebut yakni makanan yang halal dan nikmat, maka makanlah itu dan jangan kalian haramkan sesuatu yang tidak diharamkan Allah, dan jangan pula melarang itu dan jangan kalian haramkan sesuatu yang tidak diharamkan Allah, dan jangan pula melarang untuk memakan makanan yang oleh ahli jahiliyyah dan yang lainnya mereka haramkan atas kehendak mereka sendiri,” terangnya seperti mengutip dari tafsir Min Fathil Qadir.

Tak hanya itu pihaknya juga menyampaikan tentang SNI No.9002 tahun 2016 terkait dengan penyembelihan.

“Penyembelihan itu yakni suatu kegiatan mematikan hewan hingga tercapai kematian sempurna dengan cara menyembelih yang mengacu pada kaidah kesejahteraan hewan dan syariat Islam,” ungkapnya.

“Dan janganlah kamu memakan binatang-binatang yang tidak disebut nama Allah ketika menyembelihnya. Sesungguhnya perbuatan yang semacam itu adalah suatu kefasikan, Al-Qur’an surat Al-An’aam ayat 121,” tambahnya.

Pemotongan

Selain itu Ketua DPRD Kota Bekasi juga menyampaikan tentang Undang-undang No.33 tahun 2014 dan juga adab-adab yang harus dipenuhi terkait dengan penyembelihan hewan.

“Beberapa hal yang harus dilakukan mulai dari menyenangkan hewan menurut Imam Nawawi rahimahullah, mulai dari menajamkan pisau agar penyembelihan semakin cepat, tidak mengasah pisau di hadapan hewan, tidak boleh menyembelih hewan lantas ditonton oleh hewan lainnya, dan tidak boleh melewatkan hewan yang akan disembelih ditempat penyembelihannya,” pungkas tokoh yang akrab disapa Ustadz Daulah tersebut. (RDK)

Leave a Reply

Your email address will not be published.